Di Kamar Depan Unit 5 Belah St Forbes
Suara Heater dari Air Conditioner terdengar jelas, sesepi itu. Aini tinggal sendiri di rumah cabin ini, tapi dia nyaman dengan semua ini. Walaupun sedikit mahal untuk bayar sewa private house sekitar 2jt per minggu. Aini masih seperti hidup di langit langit mimpi, seperti tidak berpijak tegak di tanah, seperti terbang kesana kemari. Rasanya dia masih menerka nerka apakah ini benar terjadi?.
Aini hidup di Australia. Menghirup udara Australia. Menemui kanguru, masih berusaha bertemu koala dan masih berpikir untuk melihat Aurora yang indah serta punya misi baru untuk menemukan suami beda negara.
Aini terkadang bahagia, terkadang menangis, terkadang tersenyum, terkadang pusing, terkadang lelah.
Aini dengan daftar cicilan yang dia bangun sendiri. Aini dengan asa ketulusannya untuk orang tuanya. Padahal tubuhnya kecil, kurus hingga keputus asaannya untuk menambah berat badan.
Aini masih berusaha untuk belajar dan mencari tahu harus bagaimana hidup ini di setiap harinya yang terus berjalan hingga akhirnya berujung berhenti sejenak untuk dihidupkan ulang di beda kehidupan.
Terkadang Aini ikhlas atas apa yang akan terjadi, apa yang sedang terjadi dan sudah terjadi. Tapi terkadang sedikit dibawa pikiran dan seambisi itu untuk hidup yang kaya mimpi ini. Lupa solat, jarang ngaji mulai di fase fase itu. Bagaimana Aini kembali ke jalur tajahud lagi? Aini tersesat di kenyamanan ini yang dia merasa dia hidup di alam mimpi.
0 komentar:
Post a Comment