Mungkin ada yang sudah mengenal sosok seorang DJOKO SUSANTO ini.
dan
Mungkin ada yang belum mengenalnya. oke. aku disini akan mengepost mengenai siapakah sosok bapak bapak ini :)
DJOKO SUSANTO
aku punya 2 kata saja untuk memberitahu siapa nama ini .. yaitu
kata pertama : bos
kata kedua : alfamart
maka DJOKO SUSANTO = Bos Alfamart.
sudah tau kan? BTW...kenapa ya? aku selalu sok pengen tahu atau istilahnya sok kepo mengenai orang orang yang punya usaha sukses sukses seperti itu emm.. sepertinya lebih tepatnya sok kepo mengenai sesuatu yang dapat menghasilkan uang banyak kaya dan sejahtera dunia akhirat. waduh jadi sok alim._. oke lupakan.
lanjut.
DJOKO SUSANTO...
2 kata nama sederhana ini bisa membuat diri seorang bosnya alfamart ini menjadi seseorang yang terhormat di mata para khalayak. its so sweet sepertinya. gimana ya rasanya?
emm okay langsung aja deh sepertinya aku copas kan langsung dari blog yang ada di google juga
DJOKO SUSANTO
Umur 17 tahun, Djoko mulai mengambil alih kios milik orang tuanya di Pasar Arjuna, Jakarta. Saat itu, kios bernama Sumber Bahagia itu hanya menjual makanan, namun seiring dengan waktu, Djoko muda memutuskan untuk menjual rokok. Keputusan tersebut berjalan dengan baik, pembeli tidak hanya datang dari para perokok, tapi juga para pembeli grosiran dan ritel juga menjadi pelanggan.
Keberhasilan Djoko di bisnis rokok ini, rupanya menarik perhatian Putra Sampoerna, yang saat itu masih menjadi pemilik produsen rokok bermerk HM Sampoerna. Keduanya bertemu pada awal 1980an dan akhirnya pada tahun 1985 sepakat untuk membangun 15 kios sejenis di beberapa wilayah di Jakarta. Kerjasama tersebut sukses, sehingga menginspirasi keduanya untukl membuka supermarket Alfa Toko Gudang Rabat. Di tahun yang sama Djoko juga menjadi salah satu direktur distribusi dan penjualan Sampoerna yang semakin menjadi perusahaan maju.
Untuk menjangkau kalangan menengah ke bawah yang mencari harga murah dan kenyamanan, tahun 1994 keduanya membuka Alfa Minimart yang kemudian berganti nama menjadi Alfamart. "Saya tadinya akan menamakannya Sampoerna Mart, tapi kemudian memilih Alfa, yang sudah menjadi merk yang teruji dan dikenal," ungkap Djoko.

Kerjasama Djoko dengan Putra Sampoerna harus berakhir tahun dan 2005. Sampoerna menjual perusahan rokok dan anak perusahaannya termasuk 70 persen saham di Alfamart, kepada Philip Morris sebesar 5 miliar dollar AS.
Philip Morris sendiri ternyata tidak tertarik bermain di sektor ritel, sehingga perusahaan asal Amerika Serikat ini pun menjual saham Alfamart kepada Djoko dan Northstar. Tahun lalu Djoko membeli Northstar, sehingga membuatnya menjadi pemegang 65 persen saham. Keputusannya dinilai sebagai langkah yang cerdas, karena saham peritel ini melonjak dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan empat kali lipat dalam dua tahun terakhir. Hal ini mendorong Djoko masuk ke dalam jajaran miliuner dunia, sekaligus menjadi orang terkaya baru di Indonesia.
Djoko yang beberapa tahun lalu menjual bisnis supermarketnya, ternyata masih nyaman dengan minimart. Penjualan sektor ini tumbuh rata-rata dari 15 persen menjadi 20 persen setahun. Alfamart yang saat ini memiliki 5.500 toko dengan melayani hampir 2 juta orang konsumen per hari dan memperkerjakan lebih dari 57.000 karyawan, memimpin transformasi dari toko pinggir jalan menjadi minimart modern dengan barang-barang pilihan berharga sama bahkan lebih baik.
Tahun 2012 Alfamart berencana membuka 800 outlet lagi. "Minimarket ini selalu dituduh menghambat pasar tradisional. Padahal, apa yang dilakukan minimarket adalah mendorong pasar tradisional untuk meningkatkan pelayanan mereka," pungkas Djoko.
Nah.. itulah riwayat alfamart muncul . walau kedatangan alfamart dan indomart sangat merugikan para pasar dan pedagang kelontong. aku juga pikir pikir mengenai iitu. kasian juga sih. tapi mau gimana lagi?:/ yuk kita pikir caranya untuk menyelamatkan ekonomi para pasar dan pedagang kelontong untuk masa depan penerus generasi muda yaitu jaman jaman gue kelak.. haha amin. semoga di jamanku nanti .. aku bisa menyetarakan antara para kaum biasa dan para kaum luar biasa. amin!
dan
Mungkin ada yang belum mengenalnya. oke. aku disini akan mengepost mengenai siapakah sosok bapak bapak ini :)
DJOKO SUSANTO
aku punya 2 kata saja untuk memberitahu siapa nama ini .. yaitu
kata pertama : bos
kata kedua : alfamart
maka DJOKO SUSANTO = Bos Alfamart.
sudah tau kan? BTW...kenapa ya? aku selalu sok pengen tahu atau istilahnya sok kepo mengenai orang orang yang punya usaha sukses sukses seperti itu emm.. sepertinya lebih tepatnya sok kepo mengenai sesuatu yang dapat menghasilkan uang banyak kaya dan sejahtera dunia akhirat. waduh jadi sok alim._. oke lupakan.
lanjut.
DJOKO SUSANTO...
2 kata nama sederhana ini bisa membuat diri seorang bosnya alfamart ini menjadi seseorang yang terhormat di mata para khalayak. its so sweet sepertinya. gimana ya rasanya?
emm okay langsung aja deh sepertinya aku copas kan langsung dari blog yang ada di google juga
DJOKO SUSANTO
Umur 17 tahun, Djoko mulai mengambil alih kios milik orang tuanya di Pasar Arjuna, Jakarta. Saat itu, kios bernama Sumber Bahagia itu hanya menjual makanan, namun seiring dengan waktu, Djoko muda memutuskan untuk menjual rokok. Keputusan tersebut berjalan dengan baik, pembeli tidak hanya datang dari para perokok, tapi juga para pembeli grosiran dan ritel juga menjadi pelanggan.
Keberhasilan Djoko di bisnis rokok ini, rupanya menarik perhatian Putra Sampoerna, yang saat itu masih menjadi pemilik produsen rokok bermerk HM Sampoerna. Keduanya bertemu pada awal 1980an dan akhirnya pada tahun 1985 sepakat untuk membangun 15 kios sejenis di beberapa wilayah di Jakarta. Kerjasama tersebut sukses, sehingga menginspirasi keduanya untukl membuka supermarket Alfa Toko Gudang Rabat. Di tahun yang sama Djoko juga menjadi salah satu direktur distribusi dan penjualan Sampoerna yang semakin menjadi perusahaan maju.
Untuk menjangkau kalangan menengah ke bawah yang mencari harga murah dan kenyamanan, tahun 1994 keduanya membuka Alfa Minimart yang kemudian berganti nama menjadi Alfamart. "Saya tadinya akan menamakannya Sampoerna Mart, tapi kemudian memilih Alfa, yang sudah menjadi merk yang teruji dan dikenal," ungkap Djoko.

Kerjasama Djoko dengan Putra Sampoerna harus berakhir tahun dan 2005. Sampoerna menjual perusahan rokok dan anak perusahaannya termasuk 70 persen saham di Alfamart, kepada Philip Morris sebesar 5 miliar dollar AS.
Philip Morris sendiri ternyata tidak tertarik bermain di sektor ritel, sehingga perusahaan asal Amerika Serikat ini pun menjual saham Alfamart kepada Djoko dan Northstar. Tahun lalu Djoko membeli Northstar, sehingga membuatnya menjadi pemegang 65 persen saham. Keputusannya dinilai sebagai langkah yang cerdas, karena saham peritel ini melonjak dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan empat kali lipat dalam dua tahun terakhir. Hal ini mendorong Djoko masuk ke dalam jajaran miliuner dunia, sekaligus menjadi orang terkaya baru di Indonesia.
Djoko yang beberapa tahun lalu menjual bisnis supermarketnya, ternyata masih nyaman dengan minimart. Penjualan sektor ini tumbuh rata-rata dari 15 persen menjadi 20 persen setahun. Alfamart yang saat ini memiliki 5.500 toko dengan melayani hampir 2 juta orang konsumen per hari dan memperkerjakan lebih dari 57.000 karyawan, memimpin transformasi dari toko pinggir jalan menjadi minimart modern dengan barang-barang pilihan berharga sama bahkan lebih baik.
Tahun 2012 Alfamart berencana membuka 800 outlet lagi. "Minimarket ini selalu dituduh menghambat pasar tradisional. Padahal, apa yang dilakukan minimarket adalah mendorong pasar tradisional untuk meningkatkan pelayanan mereka," pungkas Djoko.
Nah.. itulah riwayat alfamart muncul . walau kedatangan alfamart dan indomart sangat merugikan para pasar dan pedagang kelontong. aku juga pikir pikir mengenai iitu. kasian juga sih. tapi mau gimana lagi?:/ yuk kita pikir caranya untuk menyelamatkan ekonomi para pasar dan pedagang kelontong untuk masa depan penerus generasi muda yaitu jaman jaman gue kelak.. haha amin. semoga di jamanku nanti .. aku bisa menyetarakan antara para kaum biasa dan para kaum luar biasa. amin!
.jpg)
0 komentar:
Post a Comment